Minggu, 26 November 2017

PROPOSAL USAHA

Berikut ini adalah contoh Proposal Usaha untuk bulan Desember 2017:



Nama Kelompok :
1. Anisah Novella Paramita                (50216917)
2. Hapipi                                              (53216212)
3. M. Dwiki Fajar                                (54216778)
4. Nuraini                                            (55216569)
Kelas : 2DF02

Laporan Bulan Desember 2017 (30 Pcs)



Tabel 5.1
AHDA ‘J-TShirt
Biaya Produksi dan Operasional
Bulan Desember 2017


No
 Keterangan
 Jumlah

 Harga Satuan
 Total Harga
1
 Bahan Baku





 Baju (Katun)
30
 pcs
 Rp   35,000.00
 Rp 1,050,000.00

 Total Bahan Baku



 Rp 1,050,000.00
2
 Biaya Penolong





 Sablon
30
 Pcs
 Rp   16,000.00
 Rp   480,000.00

 Benang
6

 Rp     4,000.00
 Rp     24,000.00

 Plastik Kemasan
30

 Rp        400.00
 Rp     12,000.00

 Total Bahan Penolong



 Rp    516,000.00
3
 Listrik & Air





 Listrik & Air
1

 Rp  100,000.00
 Rp    100,000.00

 Total Biaya Produksi



 Rp  1,666,000.00
  


Keterangan
Jumlah
 Harga Satuan
 Total Harga
 Biaya Pemasaran



 Label
30
 Rp        500.00
 Rp          15,000.00
 Pulsa
4
 Rp    52,500.00
 Rp        210,000.00
 Transportasi
1
 Rp   100,000.00
 Rp        100,000.00
 Total Biaya Pemasara


 Rp         325,000.00
 Biaya Adm & Umum



 Biaya Cetak Laporan

 Rp    14,000.00
 Rp        14,000.00
 Administrasi

 Rp       5,000.00
 Rp          5,000.00
 Total Adm&Umum


 Rp         19,000.00
 Total Operasional


 Rp       344,000.00


kaos sablon

 BBB
 Rp              1,050,000.00
 Penolong
 Rp                  516,000.00
 Listrik
 Rp                  100,000.00
 Operasional
 Rp                  344,000.00
 Total HPP
 Rp              2,010,000.00
 HPP/Pcs
 Rp                    67,000.00
 Laba/Pcs
 Rp                    13,000.00
 Harga Jual
 Rp                    80,000.00
  


Tabel 5.2

AHDA ‘J-TShirt
Laporan Laba Rugi
 

Bulan Desember 2017
  

Pendapatan

 Rp    2,400,000.00

 Total Pendapatan


Rp   2,400,000.00
 Biaya Biaya



 BBB&Penolong

 Rp    1,566,000.00

 Listrik Air

 Rp       100,000.00

 Pemasaran

 Rp       325,000.00

 Adm&Umum

 Rp         19,000.00

 Pengembalian Gundar

 Rp       335,000.00

 Total Biaya


 Rp    2,345,000.00
 Laba bersih


 Rp        55,000.00
 Bagi hasil 75%


 Rp        41,250.00
 Bagi hasil gundar 25%


 Rp        13,750.00
 

Tabel 5.3

AHDA ‘J-TShirt
Laporan Perubahan Modal
Bulan Desember 2017
  


Modal


 Modal Awal

 Rp      2,010,000.00
 Laba Rugi
 Rp         41,250.00

 Prive


 Modal Akhir

 Rp      2,051,250.00

Tabel 5.3

AHDA ‘J-TShirt
Laporan Arus Kas
Bulan Desember 2017
  


Aliran Kas dari Aktivitas Operasional


 Aliran Kas Masuk


 Penerimaan Penjualan
 Rp   2,400,000.00

 Penerimaan Piutang


 Jumlah

 Rp    2,400,000.00
 Aliran Kas Keluar


 BBB dan Penolong
 Rp   1,566,000.00

 Biaya Listrik dan Air
 Rp      100,000.00

 Biaya Pemasaran
 Rp      325,000.00

 Biaya Administrasi
 Rp          5,000.00

 Biaya Cetak Laporan
 Rp        14,000.00

 Jumlah

 Rp    2,010,000.00
 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasional

 Rp      390,000.00
 Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan


 Aliran Kas Masuk


 Modal Gunadarma
 Rp   2,000,000.00

 Modal Anggota
 Rp        10,000.00

 Jumlah

 Rp    2,010,000.00
 Aliran Kas Keluar


 Pengembalian Gunadarma
 Rp    335,000.00

 Laba Gunadarma
 Rp      13,750.00

 Jumlah

 Rp       348,750.00
 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan

 Rp    1,661,250.00
 Kenaikan Kas Bersih selama Desember 2017

 Rp    2,051,250.00
 Saldo Awal selama 01 Desember 2017


 Saldo Akhir selama 31 desember 2017

 Rp    2,051,250.00


Tabel 5.4

AHDA ‘J-TShirt
Neraca
                                   Per 01 Desember 2017-Awal 



Aktiva

 Pasiva

 Aktiva Lancar

 Hutang Lancar

 Kas
 Rp   2,010,000.00
 Hutang Gunadarma
 Rp    2,000,000.00
 Total Aktiva Lancar
 Rp   2,010,000.00
 Total Hutang
 Rp    2,000,000.00






 Modal



 Modal Anggota
 Rp        10,000.00


 Laba



 Total Modal
 Rp        10,000.00








 Total Aktiva
 Rp   2,010,000.00
 Total Pasiva
 Rp   2,010,000.00




Tabel 5.5
AHDA ‘J-TShirt
Neraca
Per 31 Desember 2017-Akhir

Aktiva

 Pasiva

 Aktiva Lancar

 Hutang Lancar

 Kas
 Rp    2,051,250.00
 Hutang Gunadarma
 Rp     1,665,000.00
 Total Aktiva Lancar
 Rp    2,051,250.00
 Total Hutang
 Rp     1,665,000.00






 Modal



 Modal Anggota
 Rp       345,000.00


 Laba
 Rp         41,250.00


 Total Modal
 Rp       386,250.00








 Total Aktiva
 Rp    2,051,250.00
 Total Pasiva
 Rp    2,051,250.00
 

Minggu, 19 November 2017

KERANGKA BERFIKIR DALAM MEMBINA RELASI UNTUK KERJASAMA USAHA



 KERANGKA PEMIKIRAN

                        Definisi Kerangka Berfikir
Pengertian Kerangka Berpikir adalah penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan kita. Kerangka berpikir ini disusun dengan berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait.Dalam kerja sama pasti membutuhkan kemitraan/kerja sama agar dalam usaha tersebut bisa berjalan lancar dan baik.Berikut pengertian kemitraan

Definisi Kemitraan

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kemitraan berasal dari kata mitra yang berarti teman, kawan, pasangan kerja, dan rekan. Kemitraan diartikan sebagai suatu hubungan (jalinan kerjasama dsb) sebagai mitra7. Kemitraan muncul karena minimal ada dua pihak yang bermitra, dimana kedua pihak saling membutuhkan dan melakukan suatu kerjasama yang saling menguntungkan. Definisi kemitraan menurut undang-undang tercantum dalam UU No.9 tahun 1995 tentang usaha kecil, bahwa kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar, disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Dari definisi kemitraan sebagaimana tersebut di atas, mengandung makna bahwa pengusaha menengah/besar memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing dan membina pengusaha kecil agar mampu mengembangkan usahanya sehingga mampu menjadi mitra yang handal untuk menarik keuntungan dan kesejahteraan bersama. Unsur-unsur penting dari kemitraan, yaitu:

1. Kerjasama usaha, yang didasari oleh kesejajaran kedudukan atau mempunyai derajat yang sama bagi kedua pihak yang bermitra, tidak ada pihak yang dirugikan dalam kemitraan dengan tujuan meningkatkan keuntungan atau pendapatan melalui pengembangan usaha tanpa saling mengeksploitasi satu sama lain serta saling berkembangnya rasa saling percaya diantara mereka.
2. Antara pengusaha besar atau menengah dengan pengusaha kecil, diharapkan usaha besar atau menengah dapat bekerjasama saling menguntungkan dengan pelaku ekonomi lain (usaha kecil) untuk mencapai kesejahteraan bersama.
3. Pembinaan dan pengembangan, yang dilakukan oleh usaha besar atau usaha menengah terhadap usaha kecil, yang dapat berupa pembinaan mutu produksi, peningkatan kemampuan SDM, pembinaan manajemen produksi, dan lain-lain. 



Membina Relasi untuk Kerjasama Usaha

1. Bergabung dengan suatu komunitas
Memiliki suatu relasi sangatlah dibutuhkan dalam membangun sebuah bisnis. Ini bukan semata – mata untuk mendapatkan banyak pelanggan dan menghasilkan banyak uang dari mereka. Tapi lebih dari itu, yaitu menjalin komunikasi atau silaturahmi antar sesama pebisnis atau yang lainnya. Anda bisa ikut bergabung dengan suatu komunitas bisnis yang sesuai dengan bidang Anda. Atau Anda bisa membuat suatu komunitas Anda sendiri bersama teman – teman sesama pebisnis. Dengan begitu Anda akan menemukan banyak relasi disana, dan itu tentu saja akan membawa dampak yang sangat bagus untuk bisnis Anda.

2. Membuat komunitas untuk pelanggan
Bukan hanya Anda sebagai pemilik bisnis yang membutuhkan suatu relasi untuk kelangsungan bisnis Anda. Pelanggan Anda tentu saja juga membutuhkan hal tersebut. Mereka juga ingin memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan lainnya. Cobalah untuk membuat sebuah komunitas yang berisikan pelanggan – pelanggan Anda. Dari sana, Anda juga akan menjadi lebih dekat dengan para pelanggan Anda. Ketika itu terjadi, Anda akan tahu apa yang pelanggan Anda inginkan dan harapkan dari bisnis Anda. Dan ini akan menjadi masukan bagi Anda dalam mengembangkan bisnis tersebut.

3. Membangun hubungan dengan pelanggan lama
Baik dengan pelanggan baru atau pelanggan lama, Anda harus menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Bisa dibilang pelanggan lama adalah pelanggan yang sangat berpotensial untuk bisnis Anda. Jangan sia – siakan kesempatan untuk terus menjalin komunikasi dengan semua pelanggan Anda. Anda bisa mendapatkan banyak masukan dari mereka yang akan membantu mengembangkan bisnis Anda.